Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) merupakan salah satu kegiatan pelatihan yang rutin diselenggarakan oleh Akademi Keperawatan Dian Husada Mojokerto. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk membekali mahasiswa Keperawatan dengan skill yang dapat meningkatkan kompetensi perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan di era MEA. Pelatihan BTCLS ini dilaksanakan selama kurun waktu 3 hari mulai tanggal 18-20 Desember 2018.

Edy Siswantoro, S.Kep.Ns.,M.Kep selaku Direktur Akademi Keperawatan Dian Husada Mojokerto menyampaikan bahwa manfaat pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) yang diikuti oleh mahasiswa ini diantaranya adalah :

1. Sebagai bekal dalam penanganan pasien gawat darurat trauma dan kardiovaskular.
Sebagai seorang perawat, dituntut untuk mampu bertindak cepat dan juga teliti karena peran perawat sangat vital dalam upaya pemberian pelayanan kepada pasien dan untuk melakukan hal tersebut dibutuhkan adanya skill penanganan pasien dengan sangat sigap.

2. Sebagai modal untuk bekerja di Rumah Sakit..
Hampir seluruh rumah sakit dan pusat pelayanan kesehatan yang ada, mensyaratkan kepada calon perawat mereka untuk memiliki sertifikat pelatihan BTCLS. Hal ini merupakan standar yang diberlakukan dalam pemberian pelayanan kesehatan di rumah sakit atau instansi pelayanan kesehatan

3. Sebagai bekal dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)
Berlakunya kebijakan ekonomi negara-negara di ASEAN pada tahun 2015 memberikan pengaruh yang besar dalam segala bidang. Salah satunya adalah bidang keperawatan. Perawat merupakan salah satu daftar prioritas yang akan dilibatkan dalam pasar MEA. Dengan adanya kebijakan ini, tentu kesempatan terbuka lebar bagi perawat yang ingin berkarier di luar negeri. Di sisi lain, perawat di Indonesia juga harus bersiap-siap karena akan datang banyak perawat dari luar negeri yang ingin berkarier di Indonesia.


Dengan mengikuti pelatihan BTCLS selama 3 hari, diharapkan mahasiswa Akademi Keperawatan Dian Husada Mojokerto mampu bersaing dalam dunia kerja dan siap untuk menghadapi MEA yang sudah mulai dirasakan gaungnnya.

Leave a Comment